Warga Keluhkan Tak Ada Minyak Yang Masuk ke Tangki Kenderaanya di SPBU Tanjunguban
Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Seorang warga Tanjunguban berinisial RD (55) dibuat kesal dengan kondisi pompa dispenser (nozzle) di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 14291711 Tanjunguban yang terletak di Jl. Permaisuri, Tanjunguban, Bintan Utara, Bintan.
RD meluapkan rasa kesalnya karena saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite pada Ahad (28/6/2026) petang sekitar jam 18.30 sebesar Rp 112 ribu, ternyata tidak ada setetespun minyak yang masuk kedalam tangki kenderaan roda empatnya.
"Awalnya saya fikir meteran minyak mobil saya rusak. Karena kok meterannya gak naik-naik," ungkap RD kepada Koran Bintan, Selasa (30/6/2026). Biasanya kata dia, kalau pengisian minyak seratus ribu saja, jarum pada amper meteran kenderaannya akan naik satu batang.
Namun malam itu, dia berprasangka baik saja dan menduga kalau ada kerusakan pada meteran minyak kenderaannya dan akan memeriksa keanehan itu ke bengkel esok paginya.
Karena ada urusan mendesak ke Tanjungpinang keesokan harinya, Senin (29/6/2026), dia mengemudikan langsung kenderaannya menuju arah jalan lintas barat. "Saya rencananya mau isi minyak lagi di SPBU Busung," tambah RD.
Namun saat sampai di jalanan Busung, kenderaannya tiba-tiba mati dan tidak mau distarter. Disitu dia langsung berfikir kalau memang minyak yang diisi di SPBU Tanjunguban tidak ada yang setetespun yang masuk ke tangki. "Untungnya banyak warung di Busung yang menjual minyak botolan, saya langsung isi 3 botol," kata RD terlihat masih kesal.
Sesampai di Tanjungpinang, RD masih mengisi minyak di SPBU Bintan Center, Batu 9 dan pada malam harinya, saat kembali ke Tanjunguban, dia langsung ke SPBU Jl. Indunsuri, Tanjunguban.
"Saya sampaikan kejadian ini. Operator SPBU beralasan minyak sudah masuk ke tangki dan tidak ada masalah apapun dengan nozzlenya," kata RD.
Bahkan, barcode yang dimilikinya juga ikut di scan untuk melihat transaksi yang dilakukan. Namun karena sudah mengisi minyak di Tanjungpinang, pihak SPBU Tanjunguban tidak bisa memantau transaksi sebelumnya.
Solusi terakhir yang ditawarkan operator SPBU adalah dengan melihat transaksi melalui aplikasi My Pertamina. Namun karena RD sudah menghapus aplikasi tersebut dan tidak bisa mengunduh ulang karena ada proses verifikasi melalui nomor ponsel yang sudah tidak dia miliki lagi akhirnya hanya bisa pasrah dengan kejadian yang menimpa dirinya.
"Ini bukan bicara berapa besar nilai uangnya. Tapi kita bicara bagaimana pelayanannya," ujar RD yang mengaku sudah dua kali mengalami kejadian ini di SPBU tersebut.
Ditemui di SPBU Jl. Indunsuri, Dimas, Operator SPBU petang itu mengaku sudah menjalankan tugasnya dengan benar. "Dari data kami, minyak bapak itu sudah terisi," ungkap Dimas.
Apalagi total uang yang diterimanya selama bertugas pada petang itu telah sesuai dengan volume BBM yang terjual ke masyarakat. "Kalau ada uang lebih, berarti bapak itu betul. Tapi saya tak ada pulak dapat kelebihan uang dari transaksi hari itu," tandas dia.
Lapor Pertamina
Sementara itu dari PT. Pertamina melalui laman resminya, menghimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika menemukan nozzle atau dispenser SPBU yang bermasalah.
Laporan dapat disampaikan secara langsung kepada Pengawas SPBU di lokasi yang mengenakan seragam hitam dengan melampirkan bukti. Selain itu, laporan juga bisa melalui Call Center 135 atau telepon nomor 135 untuk penanganan cepat.
Terakhir, dapat menggunakan aplikasi fitur Live Chat pada aplikasi MyPertamina agar laporan cepat ditindaklanjuti. Laporan wajib menyertakan lokasi SPBU (nama jalan/daerah), waktu kejadian, serta bukti berupa foto atau video.(sam)