Kebakaran Nyaris Ratakan Bangunan SMPN 15 Bintan Di Busung
Koran Bintan.com | BUSUNG — Kebakaran melanda salah satu ruangan yang berada di SMP Negeri 15 Bintan di Jalan Raya Busung-Tanjungpinang, Seri Kuala Lobam, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Untungnya, api hanya menghanguskan bagian plafon dan atap ruangan yang dipergunakan untuk Bimbingan Konseling (BK) dan Kurikulum.
Warga yang kebetulan sedang berkendera melewati sekolahan tersebut melihat kepulan asap berwarna hitam dan abu-abu membumbung dari bagian atas atap. salah seorang warga berinisiatif memberitahukan kejadian itu kepada pihak sekolah.
Zakaria, salah seorang staf SMPN 15 Busung yang mendapatkan informasi kebakaran tersebut langsung menuju sekolah. "Anak saya mengabarkan kalau ada kebakaran di sekolah. Saat itu saya sedang menebang pohon," ungkap Zakaria.
Saat tiba di lokasi, Zakaria yang biasa disapa dengan panggilan Atan ini, melihat beberapa orang warga sedang berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Atan langsung menghubungi nomor petugas pemadam kebakaran dari kantor UPT Damkar Tanjunguban untuk meminta bantuan.
Tidak berapa lama, petugas UPT Damkar Tanjunguban dengan menggunakan armada operasional berupa satu unit mobil pemadam kebakaran (fire truck) langsung berangkat ke lokasi yang berjarak sekitar 12 kilometer tersebut.
Petugas langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk memadamkan api dan mendinginkan area yang menjadi sumber api. Untuk memastikan tidak ada sisa sumber api didalam bangunan, petugas Damkar terpaksa menjebol sebagian plafon ruangan untuk memastikan tidak ada sumber api lagi.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan tim Damkar langsung bergerak cepat menuju lokasi sedetik setelah menerima laporan telah terjadi kebakaran dari masyarakat.
Menurut Odi, demikian dia disapa, bagian yang terbakar merupakan bangunan lama yang masih menggunakan rangka atap menggunakan bahan kayu sehingga api dengan cepat merambat ke bagian plafon. “Yang terbakar, bagian atap, plafon dan kayu broti bangunan lama yang terbakar,” katanya.
Dugaan awal, api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting pada instalasi listrik yang sudah termakan usia. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ruangan BK dan Kurikulum mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon akibat kejadian ini," tandas Odi.(sam)