Kata Direktur RSJKO EHD, Manfaat Sunat Untuk Menjaga Kebersihan, Kesehatan, Mendukung Tumbuh Kembang Anak Dan Percaya Diri
Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Kata Direktur Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban Dr Asep Guntur Sapari, MARS, ada empat manfaat yang dirasakan bagi seseorang yang sudah melaksanakan sunat atau khitan.
"Manfaat sunat (khitan) itu menjaga kebersihan dan kesehatan, mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kepercayaan diri," kata Dr. Asep saat acara pembukaan kegiatan khitan Sehat Bersama EHD pada Sabtu (27/6/2026) pagi.
Menurut Dr. Asep, kegiatan yang dilaksanakan ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Gubernur H. Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Direktur Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud EHD Tanjunguban Dr. Asep Guntur Sapari, MARS, sedang menyampaikan sambutan.(Foto : Muslim)
"Ada 40 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Tanjunguban dan Seri Kuala Lobam. Khitan ini merupakan bagian dari ibadah kalau dalam agama Islam. Jadi Rumah Sakit hadir untuk menggelar khitan ini untuk meringankan para orang tua anak melaksanakan sunat anak,” kata Dr Asep.
Asep menjamin penanganan khitan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang profesional yang dikemas dengan konsep yang ramah anak agar peserta merasa nyaman selama menjalani proses khitan.
Lebih jauh Asep mengatakan, terkait fasilitas terbaru yang dimiliki RSJKO EHD berupa pelayanan rawat inap bagi pasien lanjut usia (Lansia).
“Sekarang RSJKO sudah menyediakan ruang rawat inap bagi lansia. Konsepnya penataan ruang dan lain sebagainya disesuaikan dengan permintaan pasien lansia,” ujar Asep.
Dirman, orangtua salah satu peserta khitanan mengaku berterima kasih atas apa yang terlah dilakukan manajemen RSJKO EHD Tanjunguban. "Alhamdulillah sebagai orang tua, saya merasa sangat terbantu adanya acara sunatan massal di sini. Tidak ada biaya sepeser pun untuk mengkhitankan anak saya," ungkap Dirman yang tidak bisa menutup rasa bahagianya.
Hal senada disampaikan Iwan (38), warga Tanjunguban. Dia mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya acara khitanan massal di RSJKO EHD ini. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini perlu diadakan secara rutin guna membantu masyarakat yang kurang mampu.
"Terima kasih banyak saya ucapkan kepada Pak Direktur rumah sakit karena telah menyelanggarakan kegiatan sunatan massal ini. Kami masyarakat kurang mampu benar-benar merasa terbantu. Terima kasih juga untuk seluruh tim kesehatan dan panitia," ucap pria 38 tahun ini.
Rafa (8), salah satu peserta terlihat tersenyum-senyum senang sebelum di khitan. Walaupun susana lokasi khitanan dipenuhi dengan suara tangis dan teriakan dari para peserta, namun hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk disunat.
"Tak (takut). Memang mau sunat biar kayak kawan-kawan lain yang sudah sunat. Biar cepat besar," ucap dia polos.
Sebelum pelaksanaan khitan, seluruh peserta dan pendamping yang hadir disuguhkan dengan atraksi pertunjukan Sisingaan atau Gotong Singa, sebuah seni pertunjukan rakyat khas Sunda dari Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang menampilkan arakan boneka berbentuk singa yang biasanya dipentaskan untuk merayakan acara khitanan, di mana anak yang dikhitan akan diarak keliling kampung dengan menunggangi boneka singa tersebut.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 8 pagi hingga selesai ini dipadati dengan peserta khitan dan para pendamping. Terlihat hadir dalam acara pembukaan Wakil Direktur Penunjang, Pendidikan, dan Pelatihan & Penelitian dan Pengembangan RSJKO EHD Budianto, Panit Lantas Polsek Bintan Utara, Iptu Catur Nugroho, Wakil Ketua DPC Organda Bintan Syamsudin, Ketua ormas Orang Tua-Tua (OTT) Abdul Azim dan sejumlah pengurusnya.(mus)