Siswi SMK Negeri Di Tanjunguban Ditemukan Bunuh Diri, Diduga Alami Depresi
Koran Bintan.com | TANJUNGUBAN — Diduga karena mengalami depresi usai ibunya meninggal dunia, seorang siswi Kelas XII sebuah SMK Negeri di Tanjunguban berinisial TR (18) ditemukan meninggal dunia dengan posisi tergantung di lantai 2 kamar rumahnya, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kejadian mengiris jiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban setelah pulang dari menunaikan salat Zuhur. Melihat kondisi anak tercintanya tersebut, sang ayah kemudian meminta bantuan warga sekitar.
Ketua RT 002 Tanjunguban Timur, Bintan Utara, Bintan Kusnali yang mendapatkan laporan dari warga yang mendatangi rumah segera bergegas mendatangi rumah korban. Di rumah warganya berlantai 2 tersebut, dia melihat kondisi TRA yang tergantung dan diduga sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Baca juga: Modus Ancaman Pemberitaan, Seorang Pria Diamankan Polisi Tanjungpinang
Dia kemudian bersama anggota Polsek Bintan Utara, warga, dan petugas langsung menurunkan tubuh korban. Jenazah didampingi ayah dan kakaknya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud Provinsi Kepulauan Riau (RSJKO EHD) Tanjunguban yang berjarak sekitar 4 kilometer untuk menjalani pemeriksaan forensik.
"Ayah korban yang mengetahui anaknya dalam keadaan tergantung langsung memberitahukan dan meminta bantuan warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian bergegas menuju kediaman korban dan melaporkannya ke pihak kepolisian," kata Kusnali.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Wisuda Meitari, mengatakan korban dievakuasi ke RSJKO EHD Tanjunguban untuk menjalani visum serta pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kematiannya.
"Kita evakuasi dan bawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan penyelidikan terkait penyebab kematian korban," katanya.
Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah obat-obatan yang berkaitan dengan kondisi psikologis korban. TRA diketahui masih menjalani konseling di RSJKO EHD Tanjunguban paska depresi setelah kehilangan ibu kandungnya.
Baca juga: Tiga Pelaku Pencurian Mesin Pompa Celup SPAM IKK Seri Kuala Lobam Ditangkap
Selain itu, polisi juga menemukan selembar catatan pribadi milik TRA. Catatan tersebut kini menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan. "Catatannya bersifat pribadi di selembar kertas dan akan menjadi bahan untuk kami dalami," ujar Wisuda.
Depresi
Seorang warga sekitar yang ditemui dilokasi mengatakan, korban mengalami perubahan sikap dan tingkah laku paska ditinggal oleh ibu kandungnya. "Sejak ibunya meninggal dunia, korban mulai mengalami perubahan sikap dan perilaku," ungkap warga yang minta tidak dituliskan namanya.
Selama ini korban tidur di kamar yang berada di lantai 2 sementara ayahnya tidur di lantai bawah. Korban memiliki seorang kakak perempuannya yang bekerja di salah satu perusahaan elektronik asal Jepang di Kawasan Industri Bintan, Lobam.
Korban juga masih memiliki tante atau kakak dari almarhum ibunya yang sering dikunjunginya. "Tantenya terlihat histeris dan tidak dapat menyimpan kesedihannya saat melihat keponakannya sudah dalam kondisi tersebut," ujar sang warga.(sam)