Bawa Sembako Ke Anambas, KM Alfero Karam di Perairan Pulau Hantu Bintan
Koran Bintan.com | GUNUNG KIJANG — Sebuah kapal pengangkut barang kebutuhan pokok atau sembako dilaporkan mengalami kecelakaan hingga karam di perairan Pulau Hantu, tidak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI), Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (28/9/2026) malam.
Kapal yang diketahui bernama KM Alfero dengan Gross Tonnage(GT) 34 tersebut sebelumnya dilaporkan bertolak dari Kijang, Bintan Timur dengan tujuan Jemaja, Anambas. Berdasarkan informasi awal yang beredar, kapal diduga mengalami kecelakaan setelah menabrak karang di sekitar perairan tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kondisi kapal berada di tengah perairan pada malam hari. Sejumlah kapal pompong terlihat berada di sekitar kapal untuk memberikan pertolongan, sementara kondisi laut terlihat cukup gelap dan bergelombang.
Baca juga: Modus Ancaman Pemberitaan, Seorang Pria Diamankan Polisi Tanjungpinang
Informasi kapal sedang mengalami masalah dilaporkan langsung oleh nakhoda kapal bernama Said Tasrin kepada pengurus bernama Reno.
“KM Alfero berangkat dari Pelabuhan Rakyat Reno Kijang menuju Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas pada hari Senin 28 September 2026 jam 17.00 Wib,” kata Said Tasrin.
Kapal tambah Tasrin, berisi 4 orang anak buah kapal (ABK), masing-masing bernama Muhammad (leadership), Abu Bakar Umar (ABK), Hermansyah (ABK), dan Yudi (ABK).
“Kita berangkat keluar dari Kijang mengikuti rekaman alur GPS milik nahkoda. Pada jam 17.45 Wib di koordinat 0°54.630’N dan 104°41.087’E atau 1 mil laut dari Pulau Hantu depan PT.BAI, kapal menabrak batu hingga kandas, dikarenakan hentakan ke batu menyebabkan lambung kapal pecah dan air masuk ke dalam kapal,” tutur Tasrin.
Sementara TNI AL melalui Pos TNI AL Kijang, Pangkalan TNI AL (Lanal) Bintan, Komando Armada I langsung melaksanakan kegiatan evakuasi menggunakan kapal patroli jenis Rigid Buoyancy Boat (RBB) I-4-77 yang bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Komandan (Dan) Posal Kijang Kapten Laut (P) Ainur Rafiq bersama anggota Posal Kijang langsung melakukan evakuasi dalam upaya membantu keselamatan awak kapal serta mengantisipasi timbulnya dampak lanjutan terhadap keselamatan pelayaran dan lingkungan perairan.
“Lanal Bintan melalui jajaran Posal senantiasa siap melaksanakan pemantauan, pengamanan dan memberikan bantuan terhadap setiap kejadian di laut sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki," tegas Komandan Lanal Bintan Kolonel Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono.
Baca juga: Tiga Pelaku Pencurian Mesin Pompa Celup SPAM IKK Seri Kuala Lobam Ditangkap
Dalam kejadian KM Alfero ini, personel Posal Kijang bersama unsur terkait segera melakukan koordinasi dan evakuasi untuk membantu keselamatan awak kapal serta memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.
"Kegiatan ini sebagai wujud nyata kehadiran TNI AL melalui Posal Kijang dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut serta mendukung terciptanya keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Bintan," tandas Danlanal.
Bantuan juga datang dari KM Sinar Laut yang sedang melintas di lokasi kejadian sekitar jam 19.00 WIB. Tigapuluh menit kemudian, sekitar jam 19.30, KM. Kenzo Harvent juga tiba di lokasi untuk memberikan bantuan.
Menurut Bako, sampai saat ini KM Alfero masih dalam kondisi karam di lokasi kejadian. “Kami telah melakukan pengamanan kapal KM Alfero dari kemungkinan terjadinya penjarahan oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan kejadian ini. Kita juga berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk langkah-langkah penyelamatan kapal,” kata Bako.
Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Namun pemilik kapal mengalami kerugian materil sekitar Rp3 miliar akibat kehilangan barang-barang yang dibawa mereka seperti sembako, bahan bangunan, LPG dan lain sebagainya.(sam)