Mendambakan Hidup Sehat

ISLAM menghendaki umat manusia menjalani hidup sehat jasmani dan rohani. Sejumlah ibadah wajib dalam Islam menuntut keterlibatan dua aspek tersebut secara berbarengan.
Salat wajib yang dalam agama Islam dituntut lima kali sehari semalam secara kasat mata melibatkan gerakan fisik mulai dari berdiri, ruku', i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tahiyat awal hingga tahiyat akhir.
Secara beriringan Islam menuntunkan bacaan iftitah, Al-fatihah, surat pilihan, tasbih, tasyahud, salawat hingga salam adalah bukti konkrit konsentrasi hati pikiran menuju kesehatan dan kejernihan serta kepatuhan ruhani kepada Sang Khaliq.
Tidak berhenti hanya dalam ibadah salat, puasa dan haji pun adalah contoh yang patut ditampilkan dalam masalah ini. Menahan lapar dan dahaga adalah bagian dari olah fisik manusia. Yang kemudian diikuti dengan menahan kata-kata kotor, fitnah. Memperbanyak salat malam dan dzikir adalah ekspresi olah ritual menuju kesehatan ruhani.
Ibadah haji sebuah kewajiban seumur hidup sekali bagi yang mampu merupakan perpaduan fisik dan ruh menuju kesempurnaan hidup sebagai hamba yang shalih. Thawaf, sa'i, wukuf, mabit, dan melontar jumroh yang dibarengi dengan bacaan talbiyah dan zikir lainnya adalah dua hal dengan harapan menggapai hidup sehat baik jasmani maupun ruhani.
Persoalan kehidupan kian komplek seiring pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi yang melahirkan berbagai macam platform media sosial. Ragam urusan bertumpuk silih berganti dalam waktu bersamaan. Baru saja dering telepon masuk, selang lima menit kemudian telpon berdering lagi untuk urusan yang lain.
Kemajuan media sosial di satu sisi memudahkan urusan akan tetapi di sisi lain menyebabkan hati, pikiran dan fisik terkadang secara tidak sadar terporsir di luar kendali atau lepas kontrol. Dalam situasi seperti ini dibutuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
Raga perlu rehat secara teratur agar hari berikutnya segar bugar kembali. Begitu juga rohani, perlu dijaga nutrisinya dengan melaksanakan salat, ibadah puasa, berzikir, naik haji, melaksanakan umrah agar roh atau jiwa selalu sehat dan jernih di bawah naungan sang Ilahi.
Sejatinya sumber utama kesehatan berasal dari dalam diri kita; ruhani kita siram, raga pun kita pupuk, toh seandainya diberikan sakit pun kita jadikan sarana istighfar dan rehat sejenak untuk lebih dekat kepada Allah. Nasrum minallah wa fathun qarib.***
